Thursday, January 12, 2017

saat saat menunggu hasil jerit payah selama 6 bulan

Menunggu hasil dari 6 bulan yang telah di lewati - Phtot Taken by www.commons.wikimedia.org


saat semua ujian telah dilaksanakan sekarang hanya tinggal menunggu hasil dari jerit payah yang telah di tempuh selama enam bulan, bagaimana hasilnya? semoga hasilnya lebih memuaskan dari pada yang sebelumya. saat saat yang telah dilewati beberapa bulan yang lalu, mungkin ada tawa yang telah terlewatkan bersama kawan-kawan seperjuangan.

saya pribadi merasakan perasaan yang gelisah bercampur dengan kekhawatiran saat menunggu keluarnya nilai ke portal mahasiswa. terkadang saya selalu mengeceknya per jam. sangking gelisahnya saya terus menerus membuka portal untuk mengetahui apa yang keluar pada mata kuliah yang telah saya hadapi dalam semester ini.

sebelumnya pernah mempunyai target untuk mencapai nilai yang baik dari pada sebelumnya yang membuat wajah saya berbeda. setelah beberapa nilai keluar walaupun tidak sepenuhnya telah ada nilai mata kuliah yang telah mengecewakan saya. apakah saya akan mengalami nasip seperti yang telah saya lalui sebelumnya atau nasib saya berganti menjadi yang lebih baik dan menjadi lebih spefektif dari pada yang sebelumnya? saya tidak tahu dan tidak bisa menebak pengajar-pengajar yang membimbing kelas kami. terkadang saya di jatuhkan dan terkadang saya juga di naikkan, itulah penyebab yang membuat saya bergemetar hingga bingung apa yang akan di beri oleh pembimbing yang masuk dalam kelas kami.

apa yang harus saya lakukan ? saya pernah berfikir untuk terus berusaha lebih giat lagi dan merubah diri saya untuk lebih serius dan tidak banyak bermain main dan juga harus mempunyai daya tarik untuk belajar yang lebih giat.

terkadang saya sendiri melepaskan tanggung jawab saya untuk belajar. di karenakan ada beberapa mata kuliah yang membuat saya pusing seperti pemograman dan yang sejenisnya. saat saat saya melepas tanggung jawab tersebut kemudian keluarlah nilai, maka saya sangat menyesal telah melepas tanggung jawab saya sendiri. maka dari itu mulai saat ini saya berjanji pada diri saya sendiri untuk tidak pernah melepas tanggung jawab saya itu.

saya harap ungkapa ungkapan yang saya lepas disini bisa membangkitkan kinerja saya dan kawan-kawan yang sedang membaca menjadi lebih giat dalam belajar. karena penyesalan itu tak akan pernah bisa untuk di ulangi kembali kepada yang sebelumnya. saya sangat berharap untuk tidak mengingkari janji saya sendiri ini. Terimakasih semuanya, saran para kawan-kawan sangat dibutuhkan ...

pengalaman mengikuti ujian algoritma pemograman

Saat berada dalam kelas - Photo Taken by www.teachingskills.org


Saat hari rabu jam 8:30 tepatnya tanggal 4 januari 2017 sesuatu yang sulit kembali terjadi. Sebuah mata kuliah algoritma pemograman kembali menggetarkan ruangan yang saat kami masuki dengan senyuman dan saat kami keluar dengan kesediah. Mungkin hanya beberapa orang yang mendapatkan hasil yang bisa dibanggakan, tapi tak ada yang bisa saya banggakan dari algoritma tersebut.

Setelah melihat nilai sementara, sepertinya nasib buruk kembali datang kepada ku. Dosen pemimbing yang mengajar kami sangat ketat dengan peraturan dan tak ada yang namanya nilai tambahan kecuali dari hasil jerit payah diri sendiri.

Saat ujian sedang berlangsung hanya beberapa soal saja yang bisa saya jawab tapi tak semua soal mudah bagi saya, saya mencoba untuk menggerakkan pena saya, saya lihat ke kiri dan ke kanan juga banyak kawan-kawan yang kebingungan. Tak tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari dengan mata kuliah ini. Harapan mungkin juga sangat tipis jika menghadapi dengan mata kuliah ini, yang memerlukan skill logika yang amat besar dana pemikiran yang luas.


Apa yang akan terjadi dikemudian hari tak ada yang tahu kecuali Pencipta dunia ini. Entah apa yang terjadi tak ada yang tahu. Selepas saya mengetahui nilai sementara tersebut muka saya yang awalnya memiliki senyum senyum yang iklhlas kemudian berganti dengan senyuman yang seharusnya tak ditujukkan. Saya sangat ingin untuk menyelesaikan masalah ini dengan keadaan yang baik dan memuaskan. Semoga saja mendapatkan manfaat yang lebih baik dari pada yang ini bagi kawan kawan semua. 

pengalaman di universitas saat mengikuti ujian

Mengikuti ujian di dalam kelas - Photo Taken by www.juliastiny.com


Hari ini tanggal 12 januari 2017 tepatnya pada jam 8:00 kami mengikui ujian terakhir kai yaitu mata kuliah umum tepatnya mata kuliah statistika yang sangat banyak berhubungan dengan angka-angka dan rumus-rumus yang tak sanggu di bayangkan bagi mahasiswa seperti saya.

Saat ujian sedang berlangsung saya membuaka lembar soal saya dan melihat soal soal yang keluar dan ternyata apa yang terjadi ? itu membuat saya gelisah dengan jawabah saya yang begitu sangat tidak mendukung.

Melihat kawan-kawan lain yang terus menggerakkan pulpennya saya juga ikut menggerakkan pulpen saya supaya terlihat sibuk sedang menulis. Saat saya tidak tahu untuk menjawab lagi tak ada yang bisa saya lakukan apa lagi melihat ke kiri dan ke kanan. Itu semua sia sia dilakukan karena mereka sibuk dengan lembar jawaban yang mereka miliki. Yang memang hanya diberikan waktu pas pasan dan tak ada celah untuk mengintip.

Tak ada daya dan upaya yang sanggup di lakukan pada saat itu, kecuali hanya berharap untuk mendapatkan yang terbaik dari usaha yang telah di lakukan.

Setelah ujian selesai kami saling bertanya tanya apakah bisa melakukan soal yang tadi di bagikan. Dan ternya juga banyak temam-teman yang tidak bisa menjangkau pertanyaan tersebut. Kami hanya bisa pasrah terhadap usaha yang kami miliki, semua usaha sudah kami lemparkan di situ dan bagaimana hasilnya maka hanya bisa menunggu pada beberapa hari yang akan datang.


Harapan-harapan akan terus terpikirkan dengan harapan-harapan yang mungkin sulit untuk dikabulkan 

pengalaman di universitas di beri nasehat oleh dosen

Saat-saat di universitas - Photo Taken by www.jackstudy.com


saat itu pada tanggal 2 januari 2017 pada hari senin tepatnya pukul delapan kelas kami akan mengikuti ujian akhir mata kuliah umum yaitu sejarah peradaban islam. Pada saat itu kami di berikan soal-soal yang menurut saya lumayan mudah untuk dikerjakan. Akan tetapi soal ujian tersebut disuruh buat dengan cara melihat dari buku dengan cara harus ada revereensi dari buku yang kita ambil. Dan alhamdulillah ujian tersebut berjalan lancar tapi hasilnya belum di tunjukkan oleh dosen.

 Akan tetapi pada satu minggu sebelum ujian akhir kami di ceramahin oleh dosen yang mengajari kami mata kuliah sejarah peradaban islam tersebut. Kami tak menduga bahwa dosen tersebut rupanya sangat marah kepada kami karena orang yang ada di ruang kami sering pergi terlambat dan kurang aktiv dalam ruang, termasuk diri saya.

Saya pribadi jika ada kelas yang dimulai pada jam delapan maka otomatis saya akan terlambat karena jarak rumah saya dengan universitas yang sangat jauh dan kondisi jalanan pun tidak bisa diprediksi. Akan tetapi kalau masalah aktiv, saya lumayan aktiv dalam ruang belajar.

Dosen tersebut menasihati hari hingga setengah jam. Pada saat itu kami semuanya terdiam dan hanya bisa mendengarkan apa yang beliau katakan. Sebenarnya dosen itu baik tapi apa boleh dibuat jika memang sudah begini takdirnya. Dan untuk memperbaiki itu semua mungkin sudah telat dan waktu tak bisa untuk di mundurkan kembali.

Dosen itu memberikan bayangan-bayang tentang bagaimana jika kami mendapatkan nilai buruk dan jika orang tua kami tau apa yang akan terjadi. Sebenarnya beliau tidak mau mempberikan kepada mahasiswanya dengan nilai yang buruk. Akan tetapi bagi mahasiswa yang jarang masuk kelas terpaksa beliau tidak lewatkan.

Pada mata kuliah ini saya juga berharap untuk mendapatkan nilai A. Karena jujur bahwa saja termasuk orang yang suka dengan pelajaran yang seperti ini. Pelajaran yang membahas sejarah sejarah masa lalu.

Dosen itu sangat marah kepada saya karena memang sebuah kesalahan saya yang selalu pergi terlambat. Akan tetapi jika kelas dimulai pada jam 8 pagi maka sangat sedikit peluang yang saya akan dapatkan untuk masuk kelas tepat waktu. Karena seperti yang saya katakan tadi bahwa jarak rumah saya yang jauh dan saya adalah anak pertama yang mungkin harus mengerjakan beberapa tugas sebelum berangkat ke universitas. Di tambah lagi saya di ketika malam pergi ke pesantren untuk mencari ilmu.

Sangat di sayangkan jika mata kuliah ini tidak memerikan saya nilai yang bagus. Saya akan sangat kecewa jika nilai saya pada mata kuliah ini tidak memuaskan. Karena saya tergolong orang yang aktiv pada mata kuliah ini. 


Bagi kawan-kawan yang mempunyai masalah yang sama maka coba hadapilah dengan kesabaran dan jangan pernah lupa untuk tetap memohon kepada sang penguasa dan jangan pernah lupa untuk memoho kepada-Nya. Semoga artikel ini memberikan motivasi kepada kawan kawan sekalian dan memberikan semangat kepada kawan-kawan. 

pengalaman masuk universitas hingga saat ini

People in university - Photo Taken by www.LiniWaktu.com


Saat masa masa sma sudah berakhir maka yang di pikirkan adalah apakah aku akan melanjutkan ke universitas atau akan mencari kerja atau hanya duduk berdiam diruma. Maka saat itu terpikirkan dalam benak pikiran untuk melanjutkan ke universitas di daerah saya.

Saat permata saya tes masuk ke universitas ternyata saya di terima di universitas tersebut dengan jurusan teknologi informasi. Awalnya saya pikir pergi ke universitas itu enak, banyak kawan, dan lainnya. Saya merasakan efek efek yang berbeda saat ujian telah dimulai.

Saya yang pada saat itu melihat hasil dari usaha saya yang hasilnya tidak memuaskan dan juga tidak terlalu mengecewakan. Akan tetapi setelah itu semua terjadi saya berpikir untuk belajar lebih giat lagi dan dengan usaha saya tersebut pada semester dua saya merasakan bahwa usaha saya tersebut sia sia. Saya mendapatkan nilai yang tak jauh berbeda dengan semester pertama.

Saat semester kedua sudah selesai dan masuk ke semester tiga saya berjanji untuk mendapatkan nilai yang lebih baik dari pada yang sebelumnya. Pada tanggal 12 january 2017 adalah ujian terakhir matakuliah saya, nilai pun telah keluar tapi hanya satu. Pada matakuliah pengantar multimedia saya mendapatkan nilai B dan itu bukanlah harapan saya.

Sebelum memulai semester tiga saya berharap untuk mendapatkan nilai A pada mata kuliah tersebut. Karena multimedia merupakan mata kuliah yang termasuk saya senangi. Akan tetapi fakta berbicara lain.

Dan saat ini hanya tinggal menunggu nilai yang akan di inputkan oleh para dosen. Apakah akan mendapatkan nilai yang lebih buruk atau sebaliknya. Saya sangat berharap pada semester ini untuk mendapatkan nilai yang lebih baik dari pada sebelumnya. Karena saya sangat merasa kasian kepada orang tua saya yang selalu mengkhawatirkan kehidupan saya.

Mungkin pada semester pertama dan kedua memang berasal dari kecerobohan saya. Akan tetapi pada semester tiga saya sudah berusaha untuk mencapai dengan sebaik baiknya. Semoga saja saya bisa mendapatkan nilai yang bagus.


Mungkin ini saja yang dapat saya lepaskan disini dan mudah mudahan bagi kalian yang memang ingin masuk ke universitas atau masih dalam proses belajar semoga artikel ini bisa membuat kalian lebih bangkit lagi dan mendapatkan yang terbaik. Terimakasih 

 

Copyright @ 2015